|    Selamat Datang di Website Resmi Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Kebakaran Kabupaten Pinrang   |     |    Musim kemarau, warga dihimbau waspadai kebakaran   |     |    Layanan Pengaduan dan Informasi Online Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Kebakaran "http://pindu.pinrangkab.go.id" atau bisa langsung ke Kantor Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Kebakaran yang beralamatkan di Jln. Ir. H. Juanda No 88, Tlp. (O421) 921 461   |    
 

Drs. H. ASWADI HARUNA, M. Sc, MM

KEPALA DINAS KEBERSIHAN, PERTAMANAN DAN KEBAKARAN

Polling
Web Link

















News

Mengolah Sampah dari Rumah

Posted By: Aviq Adriansyah Tanggal : 14-10-2016 Dibaca : 103 kali

Kita semua sudah pasti pernah mendengar tentang 3R, Reduce, Reuse, dan Recycle. Walau demikian rasanya sangat sulit untuk dilakukan di Indonesia. Banyak yang mengeluh belum menyatunya sistem yang tersedia kalau kita melakukan 3R tersebut. Beberapa juga pasti akan membanding-bandingkan sistem pembuangan sampah di negara lain. Namun ada pula yang memberi pembenaran bahwa negara maju sudah sepantasnya memilah sampah mereka.

Memang benar sistem 3R tersebut memang sudah dirintis oleh para negara maju sejak 30 tahun yang lalu. Masyarakat Jepang sendiri pada tahun 70an masih memiliki kesadaran yang rendah pada masalah ini. Pada dekade tersebut kampanye 3R mulai dirintis oleh beberapa orang yang tergabung dalam “Chonaikai” yan gmerupakan aktivis peduli lingkungan. Pada dekade tersebut Jepang sedang mengalami perkembangan luar biasa dalam sektor industri. Perkembangan luar biasa ini berdampak pula pada banyaknya sampah yang dihasilkan. Kampanye ini sendiri baru terlihat hasilnya pada tahun 90an. Pemerintah mulai memayungi dengan membuat berbagai Undang-Undang terkait pengelolaan sampah terutama sampah industri.

Peraturan tersebut juga dilakukan oleh pemerintah Jerman pada tahun 1991. Kesadaran akan 3R sudah berkembang sebelumnya di antara masyarakat Jerman. Namun kesadaran ini belum diikuti dengan ramahnya kemasan produk yang dikonsumsi setiap hari. Sebelum adanya peraturan pemerintah di tahun 1991, setiap produsen harus mengurus sampah hasil penggunaan konsumen. Kemasan produk habis pakai tersebut harus didaur ulang sendiri oleh setiap produsen sehingga tidak mencemari lingkungan ketika dibuang.

Negara Swedia terkenal dengan teknologi Waste to Energy (WTE) yaitu memanfaatkan sampah sebagai sumber energi salah satunya listrik. Kapasitas produksi energi negara tersebut sudah memungkinkan Swedia mengimpor sampah dari Norwegia. Sampah yang diolah menjadi energi kebanyakan merupakan sampah seperti logam, baterai, dan sampah-sampah yang termasuk kategori B3. Pengelolaan sampah yang maju ini sudah dirintis bersama dan didukung oleh pemerintah sejak tahun 80an.

Di Amerika Serikat sendiri pengelolaan sampah terpisah pertama kali dimulai di kota San Fransisco pada tahun 1930an. Usaha yang dilakukan pihak swasta ini lebih bergerak pada usaha daur ulang sampah anorganik. Keberhasilan usaha ini kemudian diikuti oleh sistem pengolahan sampah secara terpisah dan pengangkutan sampah dari rumah ke rumah hingga hari ini. Pemerintah San Fransisco bercita-cita untuk menjadikan kota tersebut menjadi zero waste city pada tahun 2020.

Keseluruhan sistem tersebut tentu saja harus disertai oleh sistem pemilahan sampah rumah tangga yang baik. Kebijakan pemilahan sampah di setiap negara maju tersebut ternyata berbeda dari satu kota dengan kota lainnya. PBB sendiri memisahkan sampah-sampah rumah tangga ke dalam 8 kategori yaitu kertas, kaca, logam, plastik, organik, bahan rumah tangga berbahaya, residu, dan sampah lainnya. Umumnya sampah di Jepang dibedakan menjadi 4 kategori yaitu sampah bakar, sampah tidak bakar, sampah daur ulang, dan sampah ukuran besar. Namun kebijakan setiap kota di Jepang berbeda-beda. Kota Kakimatsu, Shikoku, memiliki 44 kategori sampah yang harus dipisahkan cara buangnya oleh penduduk. Pengelompokan sampah di Swedia didukung dengan membagi sampah ke dalam 14 kategori yaitu kardus, koran, plastik, makanan, logam, kantong belanja, kertas perkantoran, botol kaca, alat elektronik, baterai, dan lampu bohlan yang dibedakan lagi ke dalam tiga kelompok. Contoh lain yaitu negara Filipina, Sri Lanka, Polandia, Latvia, Moldova, dan Malaysia telah memberlakukan pemilahan sampah khusus ke dalam tiga kategori yaitu kertas, plastik, dan kaca. Negara Taiwan, Portugal, Bulgaria, dan Spanyol memisahkan sampah rumah tangga mereka ke dalam 4 kategori yaitu kertas, plastik, kaca, dan organik. Negara Finlandia memilahnya ke dalam 5 kategori yaitu kertas, plastik, kaca, organik, dan sampak elektronik. Indonesia sendiri termasuk ke dalam negara-negara yang memilah sampahnya ke dalam dua kategori yaitu sampah kering dan sampah basah. Termasuk dalam kelompok ini antara lain Belgia, Serbia, Norwegia, Brazil, Argentina, Rusia, dan Mesir.

Kegiatan memilah sampah dari setiap rumah tangga sangat membantu dalam pengolahan sampah akhir. Pemilahan sampah sedari hulu dapat menurunkan biaya proses hilir seperti pemilahan sampah-sampah B3 atau beracun lainnya. Memilah sampah sejak dari rumah tangga dapat menjadi parameter bagi etiap rumah tangga, sampah apa yang paling sering kita buang, barang apa yang paling sering kita konsumsi. Berdasar data tersebut, kita dapat menghemat penggunaan barang tersebut dan mengetahui barang apa yang memang penting dikonsumsi. Pemilahan sampah dari rumah tangga juga dapat membuat kita lebih paham bahwa tidak semua barang mudah untuk didaur ulang. Dengan demikian kita jadi lebih menghargai bumi, tempat tinggal kita.

Infografis materials.

Disusun oleh: Gagas Pradani



 
Previous Next
May 2017
S M T W T F S
123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031
Agenda Kegiatan
04-10-2016
Apel Gabungan Damkar

Diharapkan semua pleton dari sektor utara, selatan dan tengah untuk hadir pada "APEL GABUNGAN" yang dilaksanakan pada hari/tanggal : Selasa, 4 Oktober 2016, Pukul : 08.30 WITA, Tempat : Halaman Kantor Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Kebakaran, Sifat : Wajib
06-09-2016
Apel Gabungan Damkar

Diharapkan semua pleton untuk hadir pada "APEL GABUNGAN" yang dilaksanakan pada hari/tanggal : Selasa, 6 September 2016, Pukul : 08.30 WITA, Tempat : Halaman Kantor Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Kebakaran, Sifat : Wajib
10-08-2016
DEFILE

Diundang untuk semua PNS dan Honorer Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Kebakaran untuk menghadiri pembukaan DEFILE yang Insya Allah akan dilaksanakan pada Hari/Tanggal : Rabu, 08 Agustus 2016 Pukul : 08.00 WITA Tempat : Di Halaman Kantor Bupati Pinrang
29-03-2016 s/d 30-03-2016
Penilaian Adipura P1

Mari bergerak untuk meraih adipura
21-03-2016 s/d 22-03-2016
Selasa Bersih

Diharapkan segenap PNS/ASN untuk kerja bakti jelang P1 Adipura pada: Hari/tanggal= Selasa, 22 Maret 2016 di Dinas KPK dengan mengenakan pakaian olah raga.
Statistik

397103

hari ini : 24
Total : 14642
Hits hari ini : 107
Total Hits : 397103
Online : 1